Rabu, 02 Maret 2016

Kenapa Kau Memilih Pergi?

Dalam hidup ini, aku sudah banyak sekali bertemu dengan perpisahan. Bertemu dengan hubungan yang putus.  Bertemu dengan banyak masalah karenanya. Aku selalu mengatakan, aku benci perpisahan. Dan sungguh, aku memang sangat membencinya. Memang, ada beberapa hal yang sudah pernah kulakukan, yang memang harus dipisahkan, tapi tidak dengan hubungan, persahabatan. Aku marah padamu, sungguh aku sangat marah. Aku marah karena engkau memilih untuk pergi . Aku marah padamu karena kau tak memilih untuk bersabar dan terus disini. Aku marah padamu, karena  kau akan meninggalkanku.
Oh jiwa yang dipenuhi rasa bimbang..
Bagaimana bisa kau tak mengerti dengan rasa dalam hatiku? Baru saja aku menemukanmu, baru saja kau katakan akan pergi. Tak bisakah kau disini, tetap tinggal? Setidaknya, biarkan aku tertawa dan menangis bersamamu untuk waktu yang lama.
Aku, seperti yang sudah kau tahu. Sudah terlalu sering merasakannya. Berapa kali lagi aku harus merasakan, perpisahan seperti ini? Aku selalu merindukan mereka. Yang telah jauh dan terlalu lama berpisah. Bagaimana mereka sekarang? aku ingin melihatnya, mengatakan padanya, aku merindukanmu.
Dalam banyak cerita sebagai pengobat jiwa-jiwa yang retak, aku bisa sedikit tersenyum dengan harapan akan bertemu di lain hari dalam keadaan yang lebih baik. Tapi, berapa lama lagi hari itu akan tiba? Aku menemukan kekuatan saat bersama denganmu, bagaimana mungkin kau pergi dan mengambil hampir seluruh kekuatanku? Tak bisakah kau disini, tetap tinggal?
Baru saja aku berhasil menata hati ini atas kepergian yang sudah lalu, haruskah sekarang aku menatanya lagi, bagaimana aku menatanya? Aku lemah, kekuatanku pergi bersamamu..

Dan sampai hari ini, kau sudah berhasil menguasai seluruh ruang dalam hatiku, untuk akhirnya kau pergi, dan meninggalkan aku disini, sendiri. Aku tidak bisa sendiri, bahkan Tuhan tidak menciptakanku sendiri. Aku ingin kau disini, tetap tinggal. Tak bisakah? Lebih lama lagi.. dear Sahabat :’) 

Kamis, 17 Desember 2015

*Tentang Kamu*

Kita berada dalam dunia yang sama. Dalam ruang yang berbeda. Menyadari bahwa kita saling melihat, mengaku tentang cinta dalam diam, bertanya dalam hati, sungguhkah itu benar?
Perlahan kita menyadari, kita sedang belajar  untuk saling melupakan.

Sudah berapa banyak waktu yang ku buang. Sia-sia. Percuma. Tiada berarti. Yang kemudian hanya karena dasar “biasa”, kita biasa bersama, aku lupa untuk menyadari bahwa cinta itu hanyalah anemone.

Dan untuk dasar apa, aku mulai meragu.  Aku mulai meragu tentang cinta yang kau bangun bersama waktu. Waktu yang panjang. Terlalu sibuk kau memikirkan waktu, sampai kau lupa akan satu hal penting, tentang sebuah rasa di dalam hati yang semakin lama maka semakin memudar.

Mengapa aku melihat kenyataan ini? Ataukah ini hanyalah opini yang telah memenuhi seluruh ruang dalam otakku? Tapi entahlah, sakit itu adalah ketika suara hati berteriak, cinta itu sudah tidak utuh lagi.

Mungkin lebih baik begini, dan memang lebih baik begini. Akan tetapi yang membuatku tidak pula menjadi baik adalah kenyataan tentang kamu. Tentang kamu yang masih mengisi ruang dalam seluruh hidupku. Tak bisakah kau pergi meski untuk sebentar saja? Aku ingin menggunakan otakku untuk berpikir, selama ini aku tidak bisa menggunakannya dengan baik, karena kamu sudah memenuhinya, melewati batas, hingga akhirnya pening ini kian terasa.

Ada banyak sekali cerita, namun pernahkah kau sadar, bahwa kamulah tokoh utama?

Tentang cinta yang kurasa , aku terlalu takut. Aku takut, takut mencintai, takut dicintai. Bukan takut ketika rasa itu telah pudar. Tapi aku takut, akan komitmen untuk tetap mencintai, saling mencintai. Ketika tak ada kamu, aku takut kacau, akankah aku bisa menerima? Kau tahu, seperti sekarang ini . Misalnya.

Mampukah aku? 

Perasaan ini terlalu berharga untuk digadaikan, takut nanti tak bisa ditebus. ah, sungguh jika bisa. Mengapa tak mimilih tak usah menggadaikan? 

Jika sekarang aku mengusir kamu, akankah kamu pergi? Tapi aku tak ingin kamu pergi lalu aku mencarimu, itulah yang tak kuinginkan. Aku ingin ketika kamu pergi, maka pergilah jauh-jauh, karena sungguh aku pasti tak akan mencari yang tak ada. 

Oh cinta,, mungkin pertemuan ini  hanyalah untuk belajar. Bukan untuk menjadikannya atau menjadikanku yang terpenting dalam hidup masing-masing. Mungkin pertemuan ini hanyalah kisah, yang akan menjadi pelajaran tentang cinta. Sungguh aku tak sanggup, menghadapi hati yang membeku. 

Tentang nasihat-nasihat bijak, entah mengapa membuatku tak paham, mungkin karena hati terlalu lama dililit cinta, sampai-sampai tak bisa bergerak, tak bisa berpikir, bahkan untuk tahu, nasihat itu seharusnyaa untukku. 

Jika sudah begini  apa yang harus kulakukan? Pergi jauh dan tak mengenal cinnta... ?? duhaii cinta sesungguhnyaa bukanlah kamu yang salah. Kamilah yang salah, mencoba paham seolah kita sungguh-sungguh mengerti cinta. Bodohnya diri, yang semakin dibodohi oleh cinta. 
Namun entahlah, hanya cinta sejati yang mampu mencairkan hati yang beku. 
Entahlah ... 

Jangan pernah putus asa


Jangan pernah putus asa, mungkin situasi yang kita hadapi saat ini sudah amat sangat buruk, membuat kita merasa mendapatkan nasib paling buruk, tapi jangan pernah menyerah. Mungkin tidak sekarang, tidak sekarang Allah mengirimkan bantuan dan rahasia untuk kita. tapi percayalah, rahasia Allah selalu sempurna. Selalu merupakan yang terbaik. Tunggu hingga saatnya tiba, masa itu pasti datang, rahasia itu pasti terbongkar, asal kita tetap sabar dan anggun dalam penantian ini. Saat kita sudah berusaha mendapatkan sesuatu, atau berusaha mempertahankan sesuatu, atau berusaha dalam hal apa pun, namun kita tak kunjung pula mendapatkannya. Maka percayalah, ini adalah giliran Allah untuk menunjukkan kepada kita, tentang sesuatu, yang tak pernah sekalipun kita pikirkan. Teruslah berdo'a. Jangan pernah negatif thinking sama Allah, karena Allah menyuruh kita untuk selalu berpikir positif. Semata-mata bukan untuk orang lain, tapi untuk diri kita sendiri. Supaya kita menjadi tenang, menjadi bahagia. Bukankah tak ada lagi yang kita butuhkan selain kedamaian di dalam hati?
 
Saat kita berpikir, kenapa perpisahan ini harus terjadi? Apakah kita selalu berpikir bahwa Allah itu tidak adil? Apakah kita selalu berpikir bahwa ini adalah hal paling buruk yang Allah berikan kepada kita? lalu, kenapa kita tidak mencoba berpikir sekali lagi, kenapa pula Allah menakdirkan kita untuk bertemu? Kenapa Allah menakdirkan kita untuk merasakan bahagia dari pertemuan itu? Entah itu singkat atau pula pertemuan panjang, tapi bukankah kita seharusnya melihat hal itu dari kedua sisi itu? Sungguh salah dan keliru aku selama ini. Selalu membenci perpisahan, selalu benci dengan takdir saat itu berhubungan dengan perpisahan. Tapi janganlah lagi, mari kita mulai sejak sekarang. perpisahan itu mungkin adalah pelajaran, perpisahan itu mungkin untuk belajar, agar kita lebih menghargai apa yang kita miliki sekarang. sakit memang rasanya, tidak mudah melewatinya, tapi sungguh dengan keyakinan dan niat yang kuat, Allah akan selalu ada untuk menopang kita, untuk memberikan pertolongan kepada kita, bukankah Allah selalu memberikan kesempatan kepada kita untuk tertawa? Meskipun sebenarnya sedih sekali dalam hati, tapi itu terjadi karena kita hanya memusatkan pikiran pada perpisahan itu, kita tidak memusatkan pikiran pada pelajaran dari perpisahan itu. Entahlah, aku pula sungguh sulit melakukan semua itu. Tapi aku percaya, Allah punya rencana luarbiasa untukku, makanya Allah menitipkan ujian batin yang begitu berat ini untukku, berarti Allah yakin aku bisa melewatinya, hingga aku tiba di dermaga terakhirku. Dermaga sesuai dengan tujuan awalku. Insya Allah. 

Selasa, 01 Desember 2015

**Waktuku berlalu**


Oleh: Nuraini

   M

alam ini aku sendiri. Suara-suara bising tak mampu menemani hatiku yang sepi. Terlalu banyak masalah dalam pikiran yang tak beruang. Membuatnya sesak dan sakit. Semua yang ada dalam hidupku terasa hampa dan sepi. Sedih,pilu, dan merana senantiasa menyelimuti hati ini. Hari ini adalah hari kemenangan, kemenangan bagi hati-hati yang tulus. Namun hati ini tak merasa menang, hati ini terlalu polos untuk sebuah kehidupan. Sungguh, aku merindukan waktu.
ahai Allah sang pemilik waktu, tolong kembalikan kedamaian padaku, yang terlewati terlampau waktu. Waktu dimana terdapat masa penuh suka. Aku terlalu sepi dan merana. Aku sendiri dan aku butuh kawan. Sirami hatiku dengan cahaya kedamaian dan kasih sayang-Mu.
            Oh, mengapa sesak, sakit, dan perih sekali kurasa? Ragaku hidup tapi hatiku seolah mati. Aku tak dapat merasakan cinta. Insan-insan tuhan yang kusayangi, mengapa tak satupun yang mengingat diri ini? Terlalu sulit untuk mencoba mengerti jalan pikiranku. Cinta dan kasih, seolah telah jauh terlewati dalam hidupku. Yang tersisa hanyalah bayang-bayang yang semakin jauh dan menghilang. Tuhan,, beri aku kekuatan. Kekuatan yang tak pernah dimiliki oleh siapa pun. Haruskah ku berpikir semua ini adalah akhir? Hingga tak seorangpun yang senantiasa mengingat diri ini? Bodohkah aku? Aku tak pernah mencoba mengingat mereka, namun pikiran inilah yang memaksa hati ini terus manangis,menangis,menagis dan menangis.
            Wahai Allah sang pemilik kehidupan,berikan hidup sepenuhnya pada diri ini. Hentikanlah semua kekacauan dalam jiwa ini. Waktu ini terlalu lambat bagi hidup yang sulit. Bebaskan aku dari belenggu yang menyiksaku.Aku menyayangi mereka yang tak menyayangiku. Aku merindukan mereka yang tak merindukanku. Dan aku mengaharapkan mereka yang tak pernah mengaharapkanku. Adilkah aku pada jiwa yang lemah ini? Sesulit inikah hidupku? Ataukah ini karma atas semua kesombongan, kedengkian, dan kemunafikanku? Ooh, bila itu terjadi, jiwa ini tak kan pernah berhenti menangis dan merintih menanti sebuah maaf atas penyesalan dalam hidupku.
            Andai maaf ini tak mampu mengobati hati anda, biarlah lidah ini terus berucap memohon ampunan pada Rabbku yang Maha Pemaaf. Walau sakit tiada pilihan untuk jalan yang berbeda. Dibutuhkan banyak waktu, pengorbanan, dan kekuatan hati untuk membuatku kembali tegar. Menjadikan hati ini senantiasa kuat dan bahagia. Waktu, tiada waktu paling berharga selain masa yang didalamnya selalu melewati cinta.cinta yang tulus dalam kasih sayang. Pasti, pasti datang suatu masa dimana aku mendapatkan apa yang kuharapkan. Tuhanku yang Maha Pengasih tak akan membuatku berlama-lama dalam kesedihan dan kesepian ini.
            Wahai Allah, jagalah hatiku agar senantiasa khusuk dan ikhlas menjalankan hidup ini untuk-Mu. Jangan biarkan noda-noda membekas dan berdiam dalam hatiku. Aku menyayangi mereka, aku merindukan mereka, walau mereka tak seperti aku yang begitu merana. Hati ini terlalu yakin, Engkau tak kan tega melihatku sepi terlalu lama. Karena kutahu walau waktuku berlalu,  kasih-Mu tak akan pernah berlalu.





Sabtu, 03 Oktober 2015

“Pemanggil Kehidupan”



“Bagaimana mungkin ini terjadi? Heyyy!!!! Yang benar saja,apakah ini  mimpi?? Ah, mustahil. Saat ini dia berdiri di depanku, dengan tubuh yang sangat besar,tangan sebesar gunung, dan bentuk tubuh yang sangat aneh, apa ini?! Tidaaak,,, ini makhluk yang lebih menyeramkan dari monster.”
Oh tidak, makhluk itu mendekat. Lucy memejamkan mata,tak sanggup melihat apa yang terjadi. Tapi,bau itu menyengat, memaksa Lucy membuka mata, penasaran dengan apa yang terjadi. Astaga, apa ini?  Anak kecil. Monster? Iya. Seorang anak kecil, dengan celana pendek tertidur di punggung monster itu. Lucy mundur perlahan, sambil memegang tongkat sihir pemberian Rider  . Baru seminggu yang lalu dia  belajar tentang sihir, kemampuannya masih tidak cukup untuk mengalahkan makhluk  ini. Tapi Lucy bisa memanggil Rider   untuk membantu. “Okey Lucy, ucapkan mantranya!!!” gumamnya pada diri sendiri. Ah dia lupa sihirnya. Sambil mengingat-ingat, dia memberanikan diri mendekat. Monster itu  hanya diam, sementara anak kecil tadi masih tertidur di punggungnya.
“Siapa kamu?” tanya Lucy sambil menyipitkan matanya yang kecil. 
Tapi monster itu hanya menggeleng dan tidak mengatakan apa-apa. Apakah semua monster di dunia sihir dan dunia manusia sama saja? Sama-sama tidak bisa bicara. Ah tidak, memangnya di kehidupan normal ada monster? Tidak mungkin__meskipun mungkin saja. Ah ya, dia menggerak-gerakkan tubuhnya agar anak kecil di punggungnya bangun. Kemudian  menatap Lucy, berharap  Lucy mengerti maksudnya. Lucy mendekat, lalu memperhatikan anak kecil itu. Anak itu sepertinya terluka, atau mungkin saja terkena sihir yang amat hebat.
“Aku tidak yakin, tapi sepertinya anak kecil ini terkena sihir yang sangat hebat, aku tidak bisa menyembuhkannya. Tapi temanku bisa melakukan itu, apakah kamu kemari agar aku menolongnya?”  
Monster itu mengangguk. Mencondongkan badan, menyuruh Lucy menurunkan bocah di punggungnya__cerdas.
“Tapi tunggu, aku sedang mengingat mantra pemanggilnya bagaimana, aku baru belajar sihir dan aku masih sering lupa. Satu-satunya sihir yang sangat aku kuasai saat ini adalah menjadikan tongkat sihir ini sebagai pelita” kata Lucy dan monster itu mengangguk lagi.
Sambil memegang tongkat sihir yang menyala-nya seperti lampu. Lucy masih terus mengingat.
Ca...”
Caamara..”
Carmiionne.” Aha, benar “Carmiionne” ucap Lucy__mengayunkan tongkat sihir. Astaga, tapi yang muncul bukan Rider, justru tembok di seberang sana menjadi hancur berantakan.
“Celaka.”
“Catydemiornee”  satu pohon tumbang.
“Viva Medertie”  tubuhnya berputar-putar.
“Avryza Sativa”  tubuh bocah itu terangkat ke atas karena tongkat sihir Lucy mengenainya.
“Oh no no no noo”
 Lucy  segera berlari mendekati bocah itu, sebelum tubuhnya jatuh terhempas ke tanah.  Namun Lucy terlambat, bocah itu terlanjur terhempas ke tanah ketika Lucy baru melangkah beberapa langkah. Sepertinya Lucyana benar-benar lupa sihir yang satu itu. Dan astaga, monster itu berdiri. Matanya membesar dan memerah seperti darah, ototnya membesar, lalu dia meraung-raung pertanda bahwa dia mulai marah.
“Oh God. Tunggulah. Aku tidak berniat mencelakai siapa pun. Aku hanya sedang mencoba mengingat mantra pemanggilku. Agar aku bisa memanggil Rider   dan menolong bocah ini. Sungguh, be patient dear” ucap Lucy_ mencoba membujuk_bernegosiasi. Namun sepertinya sia-sia saja. Monster itu sudah mengamuk. Meraung-raung mendekati Lucyana.
        Sepertinya tidak ada pilihan bagi Lucy selain lari menyelamatkan diri. Monster ini sudah benar-benar di luar kendali. Perlu sihir yang kuat yang bisa mengembalikannya seperti semula, tapi yang jelas itu bukan Lucy. Hanya Rider   yang bisa Lucy andalkan disaat-saat genting seperti ini. Tapi Rider tidak ada, dan Lucy tidak bisa mengingat mantra pemanggil agar Rider segera kesini. Tidak ada pilihan bagi Lucy selain lari ke arah pantai di sebelah timur Pulau Tua. Meskipun disana adalah tempat manusia-manusia normal biasanya menenggelamkan diri di waktu senja seperti ini. Ah, semuanya benar-benar rumit. Lucy gemetar, kakinya berlari lebih cepat dari biasa. Mungkinkah ini akhir dari segalanya andaikan monster itu berhasil menangkap Lucy?
Oh God. Lucyana terjatuh. Kakinya tersandung akar pohon. Monster itu semakin dekat, dan dekat. Matanya yang merah seperti darah, menatap Lucyana. Tangannya mulai mengeluarkan kuku-kuku yang tajam dan panjang. Dan dari kepalanya keluar dua tanduk yang melengkung ke depan. Lucy sudah tidak sanggup berlari. Sepertinya ini benar-benar akhir dari segalanya.
“Aku tidak bermaksud menyakiti siapa pun. Tapi seharusnya kamu tidak menjadi marah, agar aku bisa menemukan solusi dan menolong bocah itu. Sekarang aku sudah berhenti berlari, aku sudah tidak sannggup menyelamatkan hidupku sendiri jika kamu sudah siap memakanku, atau mungkin mencabik-cabik hingga aku seperti daging yang dicincang.” Ucap Lucy dengan lirih.
Tapi percuma! Monster itu sudah kehilangan kendali. Tidak ada yang bisa membaik saat seseorang__dalam kasus ini disebut seseorang meskipun ia adalah monster__ kehilangan kendali atas dirinya sendiri. Dia sudah tidak bisa mencerna kata-kata. Padahal sebelumnya dia monster yang ramah. Meskipun agak ganjil menyebut monster itu ramah, sebenarnya. Monster itu mengangkat kedua tangannya, siap-siap mencabik Lucy dengan kukunya yang panjang. Genting! Suasana sangat tidak terkendali. Mantra-mantra itu, semuanya hilang dari ingatan. Lalu bagaimana? Berharap Ratu Langit berbaik hati. Seketika menurunkan tentara langit, meniupkan sihir dari dunianya, menembus lorong waktu, dan Lucy kembali ke dunianya. Selamat?  Tapi sayang itu tidak terjadi. Ratu Langit tidak meniupkan sihir apa-apa sampai akhirnya cakar itu mengenai Lucy. Kepalanya bercucuran darah. Darah segar mengalir deras akibat cakar yang tajam dan buas. Cakaran kedua. Tongkat sihirnya melayang entah kemana. Dan ..
Avada Sterionee.” Monster itu runtuh  seketika sebelum cakar itu jatuh untuk ketiga kalinya. .
Tidak ada waktu  bertanya, apalagi menanyakan “Kau baik-baik saja?!” Jelas ini tidak baik. Darah segar dari kepala Lucy. Bekas cakaran yang dalam. Rider   tidak bisa menghentikan pendarahan. Mengalir seperti bah. Luka hebat. Dua lubang di kepala, bukan main ini kejadian yang tidak pernah terjadi dalam sejarah sihir. Bahkan buku-buku ramuan yang pernah dipelajari di sekolah, tidak pernah menjelaskan bagaimana menangasi kasus kepala terluka dengan dua lubang besar yang mengalirkan darah segar.
“Bertahanlah. Bertahanlan Lucy. Kita akan kembali ke dunia sihir. Kau pasti selamat.”
“Rider  ... Fuchsia.. fuchsia..” Lucy berusaha menggerakkan bibir disisa-sisa tenaganya yang tinggal sedikit. Hanya ada lima menit untuk berhasil menyelamatkan nyawanya. Darah yang keluar dari kepala mengundang perih tak terkira, tentu saja tidak seperti darah yang keluar dari tempat-tempat lain.
Rider yang cerdas, dengan segera merangkai penjelasan. Dua detik.. tiga detik.. lima detik... Yah!! Dia menemukannya. Fuchsia! Pengendali waktu! Pemanggil kehidupan! Semuanya berhubungan. Maka tanpa berpikir panjang.
Accioo timcorneter” Rider   mengucapkan sihirnya. Maka dalam tiga detik melesatlah mesin pengendali waktu ke genggamannya. Rider dengan lihainya memecahkan kode. Sudah menjadi kebiasaannya memecahkan kode dari benda-benda unik di sekolah sihir.
        Rider menyadari, hanya ada waktu 5 menit untuk menyelamatnya Lucy, dan tidak mungkin membawanya kembali ke dunia sihir. Menembus dinding sihir membutuhkan tenaga yang cukup banyak, dan Lucy tidak mungkin melakukannya. Maka dengan pengendali waktu di tangannya, Rider   menghentikan waktu selama 10 menit, waktu maksimal bagi mesin itu bekerja menghentikan waktu.
Dan rencana kedua. Pemanggil kehidupan. Mantra itu sudah dia pelajari sejak sebulan yang lalu. Saat semua orang mengisi waktu senggangnya dengan bermain dengan ikan berkepala naga, Rider justru memilih mempelajari mantra pemanggil kehidupan. Iya, dan sekarang berguna.
Lima menit sepuluh detik..
Enam menit tiga belas detik..
Seekor burung gagak datang membawa setangkai Bunga Fuchsia. Iya, bunga keabadian! Di dunia sihir, mencium aromnya saja bisa menyembuhkan luka akibat hewan peliharaan yang buas, seperti semburan api dari ikan berkepala naga. Apalagi bisa membumbuinya dengan mantra-mantra sesuai petunjuk buku tua. Dan Rider melakukannya. Dia berhasil menciptakan ramuan. Aromanya menyengat, berwarna merah keunguan. Sembilan menit 12 detik..
Rider segera menumpahkan ramuan itu di atas kepala Lucy yang mengalami pendarahan. Dalam beberapa detik kepala dengan darah itu mengeluarkan asap yang mengepul. Pertanda baik. Sepuluh detik tersisa.. Lucy masih mengerang kesakitan.
“Bertahanlah Lucy,, bertahanlah... kau pasti selamat”
Lima detik bersisa...
Empat detik ...
Tiga detik..
Dan sepertinya Ratu Langit sedang berbaik hati. Mantra pemanggil kehidupan itu berhasil!! Iya berhasil!! Tepat di satu detik terakhir mesin pengendali waktu bekerja. Lucy sadar, dan dua lubang besar di kepalanya kembali utuh. Tidak ada lagi darah yang mengalir. Tidak ada lagi kesakitan. Benar-benar sihir yang sempurna. Rider, di usianya yang masih muda, berhasil melakukan sihir yang tidak dilakukan penyihir dewasa sepanjang sejarah.
“Raid ... Kamu ada disaat yang tepat. Itu adalah detik-detik kematianku yang kemudian ditunda karena kehadiranmu. Aku sangat berterima kasih Rider” ucap Lucy. Tulus.
“Ahh sudahlah, bagaimana kamu bisa disini?” tanya Rider  .
“Seharusnya aku yang bertanya kenapa kau ada disini Rider? Tapi apapun alasannya, ini benar-benar kebetulan yang luarbiasa. Ah iya, tadi aku ada di dekat gua di sebelah sana, lalu monster ini muncul bersama seorang anak kecil yang sepertinya mengalami luka dalam yang sangat parah karena sihir, awalnya dia baik. Aku mencoba memanggilmu untuk menyembuhkan dia, karena kamu tahu kan sihirku masih tidak seberapa? Lalu aku mencoba mengingat mantra pemanggil tapi justru menjadi mantra lain, dan sempat membuat bocah kecil disana terangkat dan terhempas ke tanah. Mungkin monster ini marah, dan tiba-tiba saja dia berubah menjadi sangat menyeramkan seperti ini. Aku tidak tahu arah lain, selain berlari ke arah pantai,” Lucyana menjelaskan.
“Kamu tahu ini sudah memasuki waktu senja, kepala sekolah pasti menghukummu jika tahu kamu di pantai di waktu senja. Kamu masih ingat kan peraturan di sekolah sihir?” Ucap Rider  .
“Aku benar-benar panik Rider. Maafkan aku”  
“Lupakan itu Lucy, kamu belum tiba di pantai dan itu belum menjadi pelanggaran. Bahkan aku juga memakai mantra pemanggil kehidupan, bukankah itu mantra paling dilarang di dunia sihir? Apalagi untuk penyihir cilik seperti kita.” ucap Rider setengah bergurau.
“Ini akan menjadi rahasia kita.” Lucyana tersenyum.
“Omong-omong tadi kamu bilang bocah? Dimana dia? Sihir itu mungkin bisa disembuhkan dengan bunga keabadian.” sambung Rider  . 
“Sebelah sana. Tapi kembalikan dulu monster ini seperti semula Rid. Bentuk ini terlalu menyeramkan untuknya, bukan?”
Okey,” ucap Rider menyipitkan mata.
        Mereka kembali memasuki hutan, oh tidak bukan hutan, tapi tempat yang mirip seperti hutan. Hutan dengan pohon tanpa daun, sama-sama dihuni oleh hewan, tapi hewan-hewan dengan tubuh dua kali lebih besar dari tubuh hewan di hutan biasa.  Mereka tiba. Anak kecil tadi masih terbaring di tempat semula, kemudian Rider mengeluarkan tongkat sihirnya. Lucy menjadikan tongkat sihirnya sebagai pelita, sementara Rider menggunakan tongkatnya untuk menolong bocah tadi.
Florentewer,” kemudian keluarlah bunga Fuchsia dari ujung tongkatnya.
Rider mencampurkan bunga Fuchsia itu ke dalam air murni yang diberi mantra. Kemudian dia menyiram  seluruh tubuh bocah malang itu dengan airnya seperti yang dilakukannya pada Lucy.
Lovelity Deapemio.”
Bocah itu pun menyadarkan diri. Normal. Kembali seperti semula. Bocah itu, tanpa bertanya, langsung mengetahui dua orang di depannya pasti berasal dari dunia sihir. Penampilannya terlalu unik untuk disebut ‘manusia’. Sementara Rider dan Lucy tak sedikitpun menyadari bahwa anak kecil di depannya, adalah anak dari kepala sekolahnya di sekolah sihir.
Senja semakin menghilang di ufuk barat. Sudah saatnya kembali. Rider   dan Lucy merangkul anak kecil itu, menembus dinding sihir. Kembali ke dunianya. “Pulau ini terlalu berbahaya untuk kaum ‘aneh’ seperti kami”__Lucyana.
Setibanya di sekolah, Rider   dan Lucy mendapat penghargaan dari kepala sekolah, atas kecerdasan, keberanian, dan kejernihan hati untuk menolong. Maka kehidupan kembali normal, bersekolah seperti biasa, mempelajari sihir, ramuan, dan tingkah-tingkah aneh binatang piaraan. Meskipun tidak menutup kemungkinan, monster itu datang dengan kekuatan yang lebih besar. Tapi keberanian bahkan mampu menembus waktu, mencakar langit, memanggil kehidupan__.


Jumat, 18 September 2015

My Fav.Holiday – KEBUN RAYA BOGOR – Full Of History


           Haii guys, , selamat pagi :) Masiih semangatt nggak?? Haruss masih dong!! Soalnyaa orang yang nggak  semangat itu hanyalah orang-orang yang tidak bersyukur sama Allah. Well, kita nggak termasuk golongan itu kan? Aamiin Insya Allah nggak yaaa <3
Mmm, pagi ini rasanyaaa emanng agak beda, rasanya sepertii waktu yang pas banget buat nostalgia gituuu . Hehehe
            Yess,, 2 tahun sudah perjalanan itu berakhir, tapii kesannyaa masih terassa sampai sekarang. Aku nggak tahu kenapa dari semua liburan yang pernah aku lakuin, liburan ini paling mengesankan. Mungkin karena liburannyaa disaat kita emnng butuhh hiburan (?)  Atau karena liburannyaa setelah nyelesaiin tugas. Atau mungkin karena  aku gak pernah lagi kesana (?) Oke abaikan!!
Jadii, dulu di tahun 2013,, tepatnyaa di bulann Oktober. Aku sama teman-teman dari Lombok, namanyaa Rita sama Pertiwi jalan-jalan ke Kebun Raya Bogor. Ditemani sama Bu Yuni jugaaa siih,, hehe. Di sanaa itu luasss buangett ternyataaa (meskipun namanyaa kebun). Hehe..
Saking luasnyaaa (lebih kurang 87 hektare) kitaa gak bisaa nelusurii semuanya, cumaa ke beberapa tempat ajaa,, yaaaiyaalahh !!! Siapa  jugaa yang mau kelilingi 87 hektare,, bisa-bisaa mobilnyaa kehabisan bahan bakar di tengah hutan ,wkwk :D 
Oke fine, jadii aku ceritanyaaa yang aku liat ajaa yaa ;)
Tapiii mau cerita apalagii yaa?? Aku gak berbakat cerita-cerita :D Umm,, pohonnya? Guede-guedee broo..  jadii disana itu banyak pohon yang usianyaa udah berabad-abad. Kalo udah berabad-abad, berartii ditanamnyaa sama siapa dong? Yess Belanda. Tapii nggak tahu yaaa ditanamnyaa pas kekuasaan siapa, nggak tahu itu, hihi
Disana pohonnyaa  juga rindang-rindang , membuat hati jadi melayang, eh *salah fokus __
Oiyaaa,, ini nih fotoku sama Ita sama Tiwi passs di Pohon apalah namanyaa :D
Pertiwi, Nuraini, Rita 


Disanaa, kita jugaa liat patung-patung ahli botani, aduuh tapi namanyaa siapa ya? Astaga, aku lupa atau gak niat inget sih? :/ hehe,,, ,, tapiii patungnyaaa,,,kece bangett pokoknya.
Kebun Raya Bogor ini, letaknyaa berdampingan sama Istana Bogor, cuma dibatasii sama tembok doang. Tapii sayangnyaaa kemariin kita nggak dikasiih izin masuk Istana Bogor, soalnyaa itu kita gak pake surat izin,,,lagian kita emang gak niat kesanaa gimana mau nyiapin surat ijin,,bapaknyaaa pelit ihh padahal kan kita cuma mau belajar lebih banyak tentang sejarah Indonesia. Alhasil, cuma bisaa foto di Kawasan Kebun raya, tapii backgroundnyaaa tetep Istana Bogor,, hihi :p
By the way,, ini modelnyaaa Ita loh,,,, hahahahaha
Sorry ta :D Fotoku kehapuss eeyyy L
Ita 


Well, untungnyaa kita ditemani sama Bu Yuni teruss dijelasiin deh tentang Istana Bogor <3
Jadi Istana Bogor itu dulunya bernama Buitenzorg atau Sans Souci yang berarti “tanpa kekhawatiran”. Aku juga gak tahu siih kenapa namanya ‘tanpa kekhawatiran’, agak gak nyambung gituu yaa,, haha
Nah sejak tahun 1870 sampai 1942 ternyata Istana Bogor ini dijadiin kediaman resmi dari 38 Gubernur Jenderal Inggris. Sebelumnya, pada tahun 1744 seorang Gubernur jenderal (lupa dari mana tapii kayaknya dari Belanda,hehe) yang namanyaa Gustaaf Willem Baron Van Imhoff terkesima sama kedamaian sebuah kampung kecil di Bogor, sebuah wilayah bekas Kerajaan Pajajaran yang terletak di hulu Batavia. Nah teruss Van Imhoff ini punya rencana membangun wilayah tersebut sebagai daerah pertanian dan tempat peristirahatan bagi Gubernur Jenderal. Sehingga pada bulan Agustus tahun 1744 Istana Bogor ini mulai dibangun dan berbentuk tingkat tiga. Awalnya siih cuma dijadiin tempat peristirahatan. Berangsur-angsur, seiring berjalannya waktu perubahan-perubahan bangunan dilakukan pada masa Gubernur Jenderal Belanda maupun Inggris, sehingga yang tadinya merupakan rumah peristirahatan berubah menjadi bangunan istanana paladian dengan luas halamannya mencapai 28,4 hektare dan luas bangunannya 14.892 m2.
Namun, musibah datang pada tanggal 10 Oktober 1834. Gempa bumi mengguncang akibat meletusnya Gunung Salak sehingga istana tersebut rusak berat. Pada tahun 1850, Istana Bogor dibangun kembali, tetapi tidak bertingkat lagi karena disesuaikan dengan situasi daerah yang sering gempa itu. Pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Albertus bangunan lama sisa gempa itu dirubuhkan dan dibangun kembali dengan mengambil arsitektur Eropa abad ke-19.
Dalam perkembangan selanjutnya, Istana Buitenzorg ini jadikan tempat kediaman resmi dari Gubernur Jenderal Hindia Belanda. Adapun penghuni terakhir Istana Buitenzorg itu adalah Gubernur Jenderal Tjarva Starkenborg  yang pada akhirnya harus menyerahkan istana itu kepada Jenderal Imamura,pemerintah pendudukan Jepang.
            Nahh,, akhirnyaa pada tahun 1950, setelah masa kemerdekaan, Istana Kepresidenan Bogor mulai dipakai oleh pemerintah Indonesia, dan resmi menjadi salah satu Istana Presiden Indonesia. Dalam perkembangan selanjutnyaa Istana Bogor ini diperbolehkan untuk dikunjungi baik dari dalam maupun luar negeri dengan persetujuan Presiden Soeharto. Jadii banyak bangett yaa tempat-tempat resmi yang merupakan peninggalan bangsa penjajah, berarti bermanfaat juga dong kita dijajah? Hehehe :v
Nahhh kalo yang satu ini pasti masih familiar kan??  Ayookkk masa nggak tahu??
Iyepp,, tanggal 9 Juli 2005 Presiden Susilo Bambang Yudhoyono  melangsungkan pernikahan anaknya, Agus Yudhoyono dengan Anisa Pohan di Istana Bogor Zeron. Kereen bangett (lebih tepatnyaa ngareep,wkwkwk)
And Then,,,, 
DI TAHUN 2013, KITA MELAKUKAN KUNJUNGAN KE KEBUN RAYA BOGOR, DAN TIDAK DIPERBOLEHKAN MASUK :D Hahahaha

Oh yaa,,, kita cuma bahas histori dan nggak bahas gimana isi dalamnnyaaa soalnyaa kembali ke kalimat diatas.
Eh daritadii kita malah fokus ke Istana Bogor ajaa yaa,,, okee mau tahu sejarah singkat Kebun Raya Bogor??  Yieppp ini  diaa :D

Jadiii,,,,, dulu itu Kebun Raya Bogor masih berupa hutan buatan atau taman buatan. Hutan buatan ituu ditujukan untuk keperluan menjaga kelestarian lingkungan sebagai tempat memelihara benih kayu yang langka.
            Nah,, pada awal 1800-an Gubernur Jenderal Thomas Stamford Raffles, yang mendiami Istana Bogor tadii punya minat yang besar banget dalam botani, ia tertarik untuk mengembangkan halaman Istana Bogor menjadi sebuah kebun yang cantik. Dengan bantuan para ahli botani, Raffles menyulap halaman istana ini menjadi taman bergaya Inggris klasik. Nahh inilah awal mula Kebun Raya Bogor dalam bentuknya sekarang. Keren kan : ))))

Oiyaa,,, sekitar tahun 1814 istri dari Gubernur Jenderal Stamford raffless yang bernama Olivia Raffles meninggal dunia, teruss dimakamkan di Batavia. Sebagai pengabadian, maka di bangunlah monumen yang didirikan di Kebun Raya Bogor. Nahh ini nih,, foto momumen yang ada di Kebun Raya Bogor,,  menggugah hatii kalo diliat sist,, mungkin karena bersejarah kalii yaahh <3 


          Mmm.. Dan inii,, pada tanggal 30 Mei 1868 Kebun Raya Bogor inii resmii terpisah pengurusannya dengan halaman Istana Bogor. Pada awalnyaa kebun ini hanya dijadiin sebagai kebun percobaan bagi tanaman perkebunan yang akan diperkenalkan ke Hindia-Belanda (kini Indonesia). Namun pada perkembangannya jugaa digunakan sebagai wadah penelitian ilmuan pada zaman itu. Yahhh sekitar tahun 1880 sampai 1905 kalo nggak salah :D

Aduuh,,, ceritanyaaa panjangg yaah,,, ini ceritaaanyaa siih tentang liburanku, tapii kan pas aku liburan aku dapat ilmunyaaa juga,,, so aku share semuanyaaa gak papa yaaa?? Hehe, sambil menyelam minum air :D 


Okeyy,,,  segituu ajaaa penjelasannyaaa tentang Istana Bogor dan Kebun Raya Bogor. Semogaa bisaa kesana lagii, soalnyaa udaranyaa benar-benar nyaman, sejuk. Di ruangan gak pake AC ajaa udah dingin, jadii benar-benar hemat energi,, duuuh lope-lope begete <3 

Dan akhirnyaa,,, saatnyaa kembalii ke kediaman :D Ohiyaa lupaa ceritaaa yoo ... kita berempat nginap di Royal Safari Garden Hotel & Convention, jadii kalau kamu ke Bogor, tepatnyaa ke Cisarua, hotel ini recomen bangett pokoknyaa ({}) Super duperr nyaman,, mulai darii pelayanan, makanan, fasilitas, dan semuanyaaa Insya Allah betah pake bangett :D Dan disana jugaa ada kawasan olahraganya,, kitaa bisa sepedaan, renang,, jogging,, semuanyaaa lengkap ,hehehehe.
Aku udah coba semuanyaa kecuali renang yaa,, jangan tanyaa kenapaa. Aku gak iso renang broo.. hihi
Bu Guru, Ita, sama Tiwi 
Mmm,, aku jadi kangen buangetttt sama semuanyaa,, terutama sama Bu Guru, Ita sama Tiwi. Sekarang kitaaa udah gak pernah ketemu,hikzz. Ita udah sibuk di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Tiwi udah sibuk di Fakultas Kedokteran Universitas Mataram, dan aku??? Hehe, aku sibuk-sibuk juga di Fakultas Farmasi Universitas Airlangga. Mencarrr yaaa semuanyaa,,, but well,,, suatu saat kita Insya Allah bakal bekerja sama karena profesi kita saling terkait,, iya nggak?? MISS YOU SO MUCH ITA, TIWI, dan BU GURU : )



Ini sayya di taman hotel :D 




Ya udah deh,,, kayaknyaa udah kepanjangan,,hihii :D Semogaa secepatnyaa bisa berkunjung ke tempat-tempat menariik lainnyaa <3 Dan kitaa ketemu disana yaa guyss *dimanaSeh (?) Gj,,wkwk  

Okee finally...
Sampai disinii ajaa yaaaa
INI CERITAKU, MANA CERITAMU ???





Jumat, 11 September 2015

IKLAN PALING BERKESAN ???? :/


  
Well,,, tadii kita kan sudah bahass iklan yang paling GJ alias paling GAK JELAS, hehehe..
Nahh sekarangg pembahasannyaa adalah iklan yang paling berkesan : )))
Okeyy,, langsung ajaaa yaaa... 

menurut saya, 
 iklan yang paling berkesan ituuuu ...

adalah iklan pepsodent. Iklan ini sudah lama sekali, semenjak saya masih SD tapii masiih ingatt (saking berkesannya yaaa). Dia itu menceritakan bagaimana gigi berlubang yang berbahaya bagi kesehatan. Dalam iklan itu disusun benda seperti kotak kecil berwarna putih, yang menceritakan bagaimana gigi itu tersusun dan mengandung kalsium. Kemudian mereka  mengambil salah satu diantara kotak yang berada di tengah, sehingga terbentuk lubang dan akhirnya susunan itu runtuh hanya karena satu kotak yang hilang.
Menurut saya iklan ini sangat berkesan, karena ini menceritakan kekompakan dalam suatu tim. Bahwa kotak-kotak kecil yang tersusun tadi di ibaratkan seperti manusia-manusia ( yang merupakan makhluk kecil), kemudian disatukan sehingga mampu membentuk suatu benteng yang sangat besar dan sangat kuat. Namun, satu saja diantara sekian banyak kotak kecil itu yang diabaikan, tidak diperdulikan posisinya, atau diambil, dihilangkan begitu saja, maka seluruh kotak yang tersisa, meskipun ada begitu banyak kotak, akan  menjadi tidak berguna, hancur dalam seketika.
Sehingga dalam suatu tim itu, harus benar-benar solid, harus benar-benar saling memperdulikan satu dengan yang lain, karena sesungguhnya hal-hal kecil yang disatukan dengan posisi yang tepat akan menjadi kekuatan yang sangat kuat dan besar..

PS: Videonya gak nemuu di youtube,, hehe. mungkin karena udah lama bngettt kalii yaahhh ,,, ya udah liat video yang ini aja yaa :)) Kalo kamu nemu video yang saya maksud,, jangan lupa di share yess :))  
Check it  now :)))  
https://www.youtube.com/watch?v=m2edwVmXEaE



KALO KAMU ???