Selasa, 01 Desember 2015

**Waktuku berlalu**


Oleh: Nuraini

   M

alam ini aku sendiri. Suara-suara bising tak mampu menemani hatiku yang sepi. Terlalu banyak masalah dalam pikiran yang tak beruang. Membuatnya sesak dan sakit. Semua yang ada dalam hidupku terasa hampa dan sepi. Sedih,pilu, dan merana senantiasa menyelimuti hati ini. Hari ini adalah hari kemenangan, kemenangan bagi hati-hati yang tulus. Namun hati ini tak merasa menang, hati ini terlalu polos untuk sebuah kehidupan. Sungguh, aku merindukan waktu.
ahai Allah sang pemilik waktu, tolong kembalikan kedamaian padaku, yang terlewati terlampau waktu. Waktu dimana terdapat masa penuh suka. Aku terlalu sepi dan merana. Aku sendiri dan aku butuh kawan. Sirami hatiku dengan cahaya kedamaian dan kasih sayang-Mu.
            Oh, mengapa sesak, sakit, dan perih sekali kurasa? Ragaku hidup tapi hatiku seolah mati. Aku tak dapat merasakan cinta. Insan-insan tuhan yang kusayangi, mengapa tak satupun yang mengingat diri ini? Terlalu sulit untuk mencoba mengerti jalan pikiranku. Cinta dan kasih, seolah telah jauh terlewati dalam hidupku. Yang tersisa hanyalah bayang-bayang yang semakin jauh dan menghilang. Tuhan,, beri aku kekuatan. Kekuatan yang tak pernah dimiliki oleh siapa pun. Haruskah ku berpikir semua ini adalah akhir? Hingga tak seorangpun yang senantiasa mengingat diri ini? Bodohkah aku? Aku tak pernah mencoba mengingat mereka, namun pikiran inilah yang memaksa hati ini terus manangis,menangis,menagis dan menangis.
            Wahai Allah sang pemilik kehidupan,berikan hidup sepenuhnya pada diri ini. Hentikanlah semua kekacauan dalam jiwa ini. Waktu ini terlalu lambat bagi hidup yang sulit. Bebaskan aku dari belenggu yang menyiksaku.Aku menyayangi mereka yang tak menyayangiku. Aku merindukan mereka yang tak merindukanku. Dan aku mengaharapkan mereka yang tak pernah mengaharapkanku. Adilkah aku pada jiwa yang lemah ini? Sesulit inikah hidupku? Ataukah ini karma atas semua kesombongan, kedengkian, dan kemunafikanku? Ooh, bila itu terjadi, jiwa ini tak kan pernah berhenti menangis dan merintih menanti sebuah maaf atas penyesalan dalam hidupku.
            Andai maaf ini tak mampu mengobati hati anda, biarlah lidah ini terus berucap memohon ampunan pada Rabbku yang Maha Pemaaf. Walau sakit tiada pilihan untuk jalan yang berbeda. Dibutuhkan banyak waktu, pengorbanan, dan kekuatan hati untuk membuatku kembali tegar. Menjadikan hati ini senantiasa kuat dan bahagia. Waktu, tiada waktu paling berharga selain masa yang didalamnya selalu melewati cinta.cinta yang tulus dalam kasih sayang. Pasti, pasti datang suatu masa dimana aku mendapatkan apa yang kuharapkan. Tuhanku yang Maha Pengasih tak akan membuatku berlama-lama dalam kesedihan dan kesepian ini.
            Wahai Allah, jagalah hatiku agar senantiasa khusuk dan ikhlas menjalankan hidup ini untuk-Mu. Jangan biarkan noda-noda membekas dan berdiam dalam hatiku. Aku menyayangi mereka, aku merindukan mereka, walau mereka tak seperti aku yang begitu merana. Hati ini terlalu yakin, Engkau tak kan tega melihatku sepi terlalu lama. Karena kutahu walau waktuku berlalu,  kasih-Mu tak akan pernah berlalu.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar