Oleh: Nuraini
M
|
alam ini aku sendiri. Suara-suara bising tak
mampu menemani hatiku yang sepi. Terlalu banyak masalah dalam pikiran yang tak
beruang. Membuatnya sesak dan sakit. Semua yang ada dalam hidupku terasa hampa
dan sepi. Sedih,pilu, dan merana senantiasa menyelimuti hati ini. Hari ini
adalah hari kemenangan, kemenangan bagi hati-hati yang tulus. Namun hati ini
tak merasa menang, hati ini terlalu polos untuk sebuah kehidupan. Sungguh, aku
merindukan waktu.
ahai Allah sang pemilik waktu, tolong
kembalikan kedamaian padaku, yang terlewati terlampau waktu. Waktu dimana
terdapat masa penuh suka. Aku terlalu sepi dan merana. Aku sendiri dan aku
butuh kawan. Sirami hatiku dengan cahaya kedamaian dan kasih sayang-Mu.
Oh,
mengapa sesak, sakit, dan perih sekali kurasa? Ragaku hidup tapi hatiku seolah
mati. Aku tak dapat merasakan cinta. Insan-insan tuhan yang kusayangi, mengapa
tak satupun yang mengingat diri ini? Terlalu sulit untuk mencoba mengerti jalan
pikiranku. Cinta dan kasih, seolah telah jauh terlewati dalam hidupku. Yang
tersisa hanyalah bayang-bayang yang semakin jauh dan menghilang. Tuhan,, beri
aku kekuatan. Kekuatan yang tak pernah dimiliki oleh siapa pun. Haruskah ku
berpikir semua ini adalah akhir? Hingga tak seorangpun yang senantiasa
mengingat diri ini? Bodohkah aku? Aku tak pernah mencoba mengingat mereka,
namun pikiran inilah yang memaksa hati ini terus manangis,menangis,menagis dan
menangis.
Wahai
Allah sang pemilik kehidupan,berikan hidup sepenuhnya pada diri ini.
Hentikanlah semua kekacauan dalam jiwa ini. Waktu ini terlalu lambat bagi hidup
yang sulit. Bebaskan aku dari belenggu yang menyiksaku.Aku menyayangi mereka
yang tak menyayangiku. Aku merindukan mereka yang tak merindukanku. Dan aku
mengaharapkan mereka yang tak pernah mengaharapkanku. Adilkah aku pada jiwa
yang lemah ini? Sesulit inikah hidupku? Ataukah ini karma atas semua
kesombongan, kedengkian, dan kemunafikanku? Ooh, bila itu terjadi, jiwa ini tak
kan pernah berhenti menangis dan merintih menanti sebuah maaf atas penyesalan
dalam hidupku.
Andai
maaf ini tak mampu mengobati hati anda, biarlah lidah ini terus berucap memohon
ampunan pada Rabbku yang Maha Pemaaf. Walau sakit tiada pilihan untuk jalan
yang berbeda. Dibutuhkan banyak waktu, pengorbanan, dan kekuatan hati untuk
membuatku kembali tegar. Menjadikan hati ini senantiasa kuat dan bahagia.
Waktu, tiada waktu paling berharga selain masa yang didalamnya selalu melewati
cinta.cinta yang tulus dalam kasih sayang. Pasti, pasti datang suatu masa
dimana aku mendapatkan apa yang kuharapkan. Tuhanku yang Maha Pengasih tak akan
membuatku berlama-lama dalam kesedihan dan kesepian ini.
Wahai
Allah, jagalah hatiku agar senantiasa khusuk dan ikhlas menjalankan hidup ini
untuk-Mu. Jangan biarkan noda-noda membekas dan berdiam dalam hatiku. Aku
menyayangi mereka, aku merindukan mereka, walau mereka tak seperti aku yang
begitu merana. Hati ini terlalu yakin, Engkau tak kan tega melihatku sepi
terlalu lama. Karena kutahu walau waktuku berlalu, kasih-Mu tak akan pernah berlalu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar